HNP : Definisi, Perkembangan, dan Diagnosis

Kita akan membahas detail apa itu HNP,sakit pinggang, syaraf terjepit dan bagaimana kisah nyata sembuhnya ayah saya dari penyakit ini.

Apa itu Herniated Nucleus Pulposus (HNP)?

Herniated Nucleus Pulposus (HNP) adalah kondisi ketika nucleus pulposus (zat seperti gel) menerobos anullus fibrosus (struktur seperti ban) dari piringan intervertebralis (penyerap kejut tulang belakang). Orang awam mengenal kondisi ini sebagai saraf terjepit.

Syaraf Kejepit

Saraf terjepit terjadi paling sering di daerah lumbar tulang belakang, terutama pada level L4-L5 dan L5-S1 (L = Lumbar, S = Sacral). Hal ini terjadi karena kumbang tulang belakang memikul berat badan paling dominan. Orang-orang antara usia 30 sampai 50 tahun sangat rentan dengan saraf terjepit karena elastisitas dan kadar air nukleus berkurang seiring bertambahnya usia.

Syaraf Kejepit

Perkembangan dari kondisi normal menjadi saraf terjepit sangat bervariasi. Dimulai dari gejala yang lambat hingga tiba-tiba. Ada empat tahap:

  1. Penonjolan piringan
  2. Piringan berprolasi
  3. Ekstrusi piringan
  4. Piringan terasing

Tahapan 1 dan 2 disebut sebagai saraf terjepit tidak lengkap, sedangkan tahapan 3 dan 4 adalah saraf terjepit lengkap. Nyeri akibat saraf terjepit dapat berkombinasi dengan radikulopati, yang disebut menjadi defisit neurologis. Defisit ini dapat mencakup perubahan sensorik (misal kesemutan dan mati rasa) dan/atau perubahan motorik (misal kelemahan dan kehilangan refleks). Perubahan ini disebabkan oleh kompresi saraf yang diciptakan oleh tekanan dari bahan penyusun piringan itu sendiri .

Perkembangan Saraf Terjepit

Syaraf Kejepit

Tingkat keparahannya dipengaruhi pada level vertebra mana saraf terjepit terjadi. Berikut adalah contoh-contoh levelnya:

BACA INFO LAIN  Macam Macam Syaraf Kejepit Pengalaman Pribadi

Servikal – Nyeri di leher, bahu, dan lengan

Thoracic – Nyeri menjalar ke dada

Lumbar – Nyeri menjalar ke bokong, paha, kaki

Sindrom Cauda Equina terjadi dari pusat piringan dan kondisi ini membutuhkan tindakan operasi sesegera mungkin. Gejalanya meliputi nyeri kedua kaki, hilangnya sensasi perianal (anus), kelumpuhan kandung kemih, dan kelemahan sfingter anal.

Diagnosis Saraf Terjepit

Tulang belakang diperiksa dengan cara pasien berbaring dan berdiri. Karena pergerakan otot, perubahan kelengkungan tulang belakang dapat dideteksi. Nyeri radikuler (radang saraf tulang belakang) dapat meningkat ketika tekanan diberikan ke tingkat tulang belakang yang terkena.

Tes Lasegue, juga dikenal sebagai Straight-leg Raising Test, juga bisa dilakukan. Pasien berbaring, lutut diluruskan, dan pinggul ditekuk. Jika nyeri terasa, ini merupakan indikas bahwai akar saraf lumbosakral bawah meradang.

Tes neurologis lainnya juga dilakukan untuk menentukan hilangnya sensasi dan/atau fungsi motorik. Refleks abnormal dicatat karena perubahan ini dapat mengindikasikan lokasi saraf terjepit.

Penggunaan alat radiografi bermanfaat untuk pengecekan saraf terjepit, tetapi Computed Axial Tomography(CAT) atau Magnetic Resonance Imaging (MRI) dapat memberikan lebih banyak detail. MRI adalah metode terbaik yang memungkinkan dokter untuk melihat jaringan tulang belakang lunak yang tidak terlihat dalam x-ray konvensional.

Hasil Radiografi Saraf Tejepit

Syaraf Kejepit

Temuan dari pemeriksaan dokter dan pemakaian alat dibandingkan untuk membuat diagnosis yang tepat. Dengan begitu, lokasi saraf terjepit dapat diketahui sehingga dokter dapat memberikan perawatan yang tepat kepada pasien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *